Opini Mengenai Kecerdasan Buatan Pengembangan Dan Penyebaran Solusi Yang Didukung Oleh AI



Penulis : Usman Abdullah (mahasiswa teknik UNPAM)

Menurut saya para itu ahli komputer terus menciptakan inovasi dibidangnya dengan harapan kecanggihan penemuannya memiliki kemampuan seperti manusia. Hal ini tentunya bukanlah angan semata sebab di era sekaran komputer cerdas atau yang lebih dikenal dengan kecerdasan buatan dalam istilah lain disebut Artificial Intelligence telah banyak kita jumpai di berbagai bidang terutama bidang industry.

Kecerdasan buatan tidak hanya untuk bidang keilmuan computer saja namun kini mulai berkembang ke bidang keilmuan yang lainnya. Teknologi kecerdasan buatan mampu memberikan solusi yang terkadang sulit dipercaya namun hanya bersifat semu karena hanya memberikan kemajuan evolusioner dan bukan kemajuan evolusioner dikutip dari jurnal karangan (Kusumawati, 2018).

Ledakan terobosan di bidang kecerdasan buatan ini selama beberapa tahun terakhir terbilang cukup signifikan. Bukti untuk ini dapat ditemukan di hampir setiap industri, dan tidak ada keraguan bahwa kenaikan performa AI akan terus mengganggu beberapa sector di masa depan.

Contohnya, AI telah membuktikan kegunaannya dalam mengotomatiskan tugas-tugas yang dinilai membosankan bagi manusia, dan beberapa pekerjaan dalam industri seperti ritel, keuangan, dan bahkan konstruksi. Namun, algoritma dan perangkat lunak AI dapat jauh berkembang lebih banyak lagi, tak terkecuali sistem yang bisa memprediksi kematian prematur. Hal ini mungkin tampak menakutkan, namun jika dilihat dari sektor kesehatan, teknologi ini bisa sangat membantu tenaga medis untuk melakukan keajaiban. 

 Pengembangan Dan Penyebaran Solusi Yang Didukung Oleh AI

1.      Privasi dan keamanan: Seperti teknologi awan lainnya, sistem AI harus mematuhi undang-undang privasi yang mengatur tentang pengumpulan, penggunaan dan penyimpanan data, dan memastikan bahwa informasi pribadi yang digunakan sesuai dengan standar privasi dan dilindungi dari penyalahgunaan atau pencurian.

2.       Transparansi: Karena AI semakin memengaruhi kehidupan setiap orang, kita harus memberikan informasi kontekstual tentang bagaimana sistem AI beroperasi sehingga masyarakat dapat memahami bagaimana keputusan dibuat dan lebih mudah dalam mengidentifikasi potensi bias, kesalahan, dan hasil yang tidak diinginkan.

3.      Keadilan: Ketika sistem AI membuat keputusan tentang perawatan medis atau pekerjaan, misalnya, mereka harus membuat rekomendasi yang sama untuk semua orang dengan gejala atau kualifikasi serupa. Untuk memastikan keadilan, kita harus memahami bagaimana bias dapat mempengaruhi sistem AI.

4.      Keandalan: Sistem AI harus dirancang untuk dapat beroperasi dalam parameter yang jelas dan menjalani pengujian yang ketat untuk memastikan bahwa mereka merespon dengan aman dalam situasi yang tidak terduga, dan tidak berevolusi dengan cara yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Masyarakat harus memainkan peran penting dalam membuat keputusan tentang bagaimana dan kapan sistem AI harus dikerahkan.

5.      Inklusivitas: Solusi AI harus dapat mengatasi berbagai kebutuhan dan pengalaman manusia melalui praktik desain yang inklusif dalam mengantisipasi hambatan potensial dalam produk atau lingkungan yang dapat secara tidak sengaja mengucilkan seseorang.

6.      Akuntabilitas: Orang yang mendesain dan memasang sistem AI harus bertanggung jawab bagaimana sistem mereka beroperasi. Norma akuntabilitas untuk AI harus memanfaatkan pengalaman dan praktik dari sektor lain, contohnya seperti privasi dalam perawatan kesehatan. Akuntabilitas juga harus dipatuhi selama proses mendesain sistem dan secara terus-menerus saat sistem beroperasi di dunia.

USMAN ABDULLAH 

171021400316





Komentar

Postingan populer dari blog ini